Setelah menunggu hampir satu jam di Stasiun Balapan, akhirnya Luky @lukycheemuudy dan @dyanhoed datang, hampir bersamaan. Aku yang sudah lapar hanya meminta sarapan yang menggoyang lidah sabtu pagi. Cacing di perutku sudah mulai bernyanyi. Sepanjang perjalanan, aku pulas; melewatkan makan malam yang aku rencanakan di Cirebon. hiks
Aku tak menolak ketika dipandu ke kedai soto di kawasan gading. Inilah Soto Gading yang famous itu. Konon presiden yang berkuasa saat ini pun sempat singgah saat kampanye pemilihannya beberapa tahun silam. Kini, mungkin sudah lupa dia.
Semangkuk soto ayam dan teh manis hangat aku pesan. Suwiran daging ayam, so hun, irisan tipis kentang goreng, taburan daun seledri dan bawang merah goreng mewarnai kuahnya yang bening saat dihidangkan. Agak aneh memang, karena biasanya aku mengenal soto yang berkuah gelap; Soto Kudus salah satunya.
Meski tersaji pula sosis basah ala Solo, tempe dan tahu goreng, aku tetap menyantap soto tanpa kawan lain. Aku tambahkan sedikit kecap setelah mencicip kuah beningnya. Jeroan
sapi, empal daging, sate usus ayam, sate telur puyuh, hingga perkedel pun tersedia.
Jika anda pejalan yang menyukai waktu santap di kedai yang bersih dan modern, Soto Gading ini tidak mengecewakan. Tempat yang luas, letaknya yang dekat dengan pusat kota, dan penataan interior kedai mendukung suasana santapan. Selepas sarapan cepat, aku bergegas menuju tujuan selanjutnya: Klenteng Pasar Gede dan Kraton Solo.